Kiat Cerdas Jalani Peran Ganda-glamourindonesia.com-image-huffington-post

GlamourIndonesia.com- Banyak perempuan memilih memiliki peran ganda untuk bekerja atau berkarier selepas mengenyam pendidikan sebelum akhirnya memutuskan menikah. Bahkan, ada perempuan yang memilih untuk tetap bekerja, mengejar dan membangun karier meskipun sudah menikah dan memiliki anak. Tentu saja hal tersebut sudah dikomunikasikan atau didiskusikan dulu dengan suami mengenai positif negatifnya.

Berdasarkan penelitian BMI Research, satu dari lima ibu di Indonesia menghabiskan lebih dari 12 jam sehari untuk bekerja. Pastinya kondisi seperti ini membuat ibu memiliki peran ganda sebagai pekerja dan ibu rumah tangga. Diuraikan Efnie Indiranie, M.Psi, psikolog anak, peran ganda seorang ibu terjadi dikarenakan dua alasan yaitu kebutuhan sosial-relasional dan alasan finansial.

Kiat Cerdas Jalani Peran Ganda-glamourindonesia.com-foto istimewa
Kiat Cerdas Jalani Peran Ganda-glamourindonesia.com-foto istimewa

Tidak ada yang salah jika seorang ibu memilih untuk bekerja dan berkarya. Namun, konsekuensi dari kondisi yang dipilih mengharuskan ibu untuk lebih tanggap, cermat dan cerdas dalam membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga.

Time management atau pengelolaan waktu yang tepat menjadi poin penting di dalam peran ganda ibu. Pasalnya, ibu yang sudah memiliki anak harus memperhatikan dan bertanggung jawab terhadap tahap-tahap perkembangan anak.

Keluarga memiliki peran besar terhadap pertumbuhan anak dan kebersamaan merupakan hal penting yang tak boleh dilupakan. Kebersamaan anak dan keluarga akan membentuk rasa aman dan nyaman pada anak ketika berada di dalam keluarga.

Kiat Cerdas Jalani Peran Ganda-glamourindonesia.com-foto istimewa
Kiat Cerdas Jalani Peran Ganda-glamourindonesia.com-foto istimewa

Selain memerhatikan perkembangan anak, memiliki waktu berdua bersama suami tetap menjadi prioritas. Jangan berpikir waktu berdua bersama suami hanya dihabiskan di atas ranjang saja atau terlelap di malam hari. Tetapi, ada waktu khusus yang seharusnya dihabiskan berdua untuk berkomunikasi dan bertukar pendapat mulai dari obrolan santai hingga serius.

Dengan demikian, kebersamaan seluruh anggota keluarga tetap menjadi nomor satu agar ikatan fisik dan emosi keluarga tetap tercipta. Jangan biarkan keretakan rumah tangga terpicu karena kurangnya kebersamaan antara anggota keluarga khususnya suami istri.

TINGGALKAN KOMENTAR