Panggilan Jiwa Sang Pengacara Muda

GlamourIndonesia.com – Sejak muda seringkali ia bergulat dengan ketidak adilan. Ia kemudian terpanggil untuk memilih menekuni dunia hukum.
Bernard Runtukahu, Selepas Sekolah Menengah Atas, ia memilih program studi Fakultas Hukum di Universitas Indonesia Esa Unggul. Passion besar untuk menjadi seorang pengacara datang begitu kuat.
Panggilan untuk menyelesaikan kasus-kasus demi sebuah keadilan menjadi alasan yang tak pernah terpisahkan dari perjalanan karirnya sejak ia memulai bekerja di salah satu kantor pengacara senior.
4 tahun menimba ilmu dengan sang mentor, Alamsyah Hanafiah, Bernard kemudian mencoba untuk mandiri dengan membuka kantor hukum sendiri yang diberi nama Fairness Lawyers yang berkedudukan di Jakarta Utara.
Sampai sekarang banyak kasus yang sudah diselesaikan Bernard dengan baik. Bahkan belum lama ini, ia berhasil membela hak buruh di mana hak mereka dirampas oleh salah satu perusahaan besar di Jawa Barat.
“Waktu itu saya sempat menangani kasus sengketa pekerja (union busting) atau yang lebih dikenal dengan nama pemberangusan serikat buruh. Saya memegang salah satu serikat buruh melawan perusahaan Jepang di daerah Jawa Barat. Waktu itu perusahaan mem-PHK sebanyak 105 orang tanpa ada alasan yang jelas, tanpa adanya pesangon. Pihak dari serikat buruh menyatakan kalau kami mengajukan ke PHI kita selalu kalah tidak akan menang dengan perusahaan, “ujarnya saat di temui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (19/5).
Lebih lanjut lagi Bernard menyatakan bahwa untuk kasus ini dirinya memberikan advice, langkah hukum yang dapat ditempuh hukum pidananya. Disini ada perbuatan melawan hukumnya. karena buruh di PHK secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Adanya dugaan tujuan perusahaan untuk membubarkan serikat pekerja.
“Perusahaan itu telah melanggar undang-undang. Dari sinilah saya melihat adanya dugaan perbuatan melawan hukum dan mencoba melapor ke Polda Jabar. Laporan kita sempat di tolak. Akhirnya kita paparkan Undang-undang Union Busting kita paparkan peristiwa hukumnya akhirnya mereka sepakat untuk menerima laporan kami. Memang kasus ini cukup berat dan banyak memakan waktu kurang lebih satu tahun, akhirnya kasus tersebut berhasil diproses sampai ke pengadilan,” jelas Bernard
Setiap ada klien yang datang kepadanya, ia tak langsung bermain matematika. Kelengkapan berkas dan keakuratan materi perkara menjadi hal utama sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. Bila ia bertemu dengan klien yang benar-benar membutuhkan bantuan dan tidak memiliki biaya, dengan tangan terbuka ia akan membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Jangan bicara materi dulu, mempertahankan idealis tetap diperhatikan. Kelengkapan berkas kasus kita lihat, kalau sudah oke dan lengkap baru kita dealing. Kalau dari tahap awal berantakan, saya nggak mau,” tegas Bernard.
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here