Warsono, Sang Maestro Dibalik Kebesaran Garda Decoration

GlamourIndonesia.com-Warsono-Sang-Maestro-Dibalik-Kebesaran-Garda-Decoration

GlamourIndonesia.com – Kecintaan terhadap dunia desain dekorasi mengantarkan Warsono sukses menjalankan usaha jasa dekorasi pesta. Dengan didukung keahlian dan kreativitasnya dalam menghasilkan sebuah konsep dekorasi yang sangat apik, membuat laju usahanya berkembang pesat. Tidak hanya dari kalangan artis saja yang pernah memakai layanan jasa-nya, customer dari perusahan besar hingga orang nomor satu di kementerian pun juga pernah ditangani.

Berbekal hobi dan pengalaman selama tujuh tahun bekerja sebagai art dekorasi di salah satu perusahaan dekorasi ternama di Jakarta, ternyata membuka peluang tersendiri bagi Warsono untuk merintis usaha yang khusus bergerak di bidang jasa dekorasi pesta. “Awalnya ada teman yang meminta tolong untuk dibuatkan dekorasi pernikahan, setelah itu ada juga beberapa rekanan dari pihak catering dan juga wedding planner yang memberikan proyek dekorasi ke saya, dari sinilah saya mulai berfikir untuk lebih serius lagi membangun usaha yang khusus menangani dekorasi,” terang Warsono.

GlamourIndonesia.com-Warsono-Sang-Maestro-Dibalik-Kebesaran-Garda-Decoration
GlamourIndonesia.com-Warsono-Sang-Maestro-Dibalik-Kebesaran-Garda-Decoration

Melihat pangsa pasar yang cukup potensial, akhirnya pada tahun 1998 pria asal Purbalingga ini pun rela merogoh uang simpanannya sebesar Rp 200 juta untuk keperluan modal awal. Dari modal tersebut Rp 20 juta ia gunakan untuk sewa kantor sekaligus tempat workshop di bilangan Duri Kosambi Jakarta Barat, sedangkan sisanya digunakan untuk membeli peralatan dekorasi seperti mesin potong, panggung pelaminan, lighting, rigging sistem, multimediasistem, besi, backdrop serta pelengkapan pendukung berupa styrofoam, kain, ragam bunga dan pohon artificial, karpet, gebyok dll.

Pangsa Pasar Masih Cerah.

Dunia desain memang tidak pernah ada matinya, apalagi yang berkaitan dengan dekorasi pesta seperti pernikahan, ulang tahun perusahaan, wisuda dan juga momen hari besar nasional, hal ini juga diamini oleh Warsono. Menurut pengalamannya, usaha jasa dekorasi seperti ini memang sangat potensial untuk dikembangkan, dan ke depan masih terbilang cukup cerah, terlebih pada dekorasi pernikahan.

img_3900“Selama 17 tahun lebih  menjalankan usaha dekorasi, saya amati sepanjang tahun siklus dari pernikahan ini berjalan dengan stabil, bahkan bisa dikatakan meningkat, itu baru pesta pernikahan saja, belum event pesta yang lain seperti idul fitri, natal, tahun baru serta berbagai even pesta lainnya” ucap Warsono.

Persaingan Cukup Ketat

Meski demikian, competitor dalam usaha seperti ini sudah cukup banyak. Terlebih dengan adanya pasar bebas seperti sekarang ini, maka competitor diusaha sejenis pun akan semakin ketat. Belum lagi ditambah munculnya trend permainan dekorasi pesta dengan effect teknologi (Multimedia).

Namun bagi Warsono, dirinya masih tetap optimis usahanya ini akan tetap bertahan. “Saya yakin usaha dekorasi yang riil masih banyak diminati, karena dalam dunia desain hal yang paling utama adalah nilai artistic itu sendiri, bukan soal seberapa canggih alat atau bahan yang akan digunakan,” cetusnya.

Untuk menghadapi persaingan inilah, Warsono berusaha untuk selalu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada para klien,  baik dari segi konsep, inovasi desain maupun dari bahan property yang digunakan. Tetapi sejauh ini, ia tidak pernah menggangap sebagai kompetitor, melainkan dijadikan sebagai rekanan kerja. “Sesama dengan pelaku usaha sejenis, kita tetap menjaga hubungan dengan baik, karena kadang kita akan butuh mereka dan mereka pun juga demikian, jadi kami lebih menganggap pada mitra kerja bukan sebagai seorang competitor,” terangnya.

Berikan servis bintang 5 pada customer

dsc_0036Pertama kali memulai usaha, Warsono kerap sekali jemput bola dengan merangkul wedding organizer, jasa catering dan juga pengelola gedung dan hotel. Warsono juga sering membuat proposal pengajuan proyek dekorasi di berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan swasta. Selain jemput bola, pemasaran yang dirasa cukup efektif bagi Warsono adalah memberikan layanan desain yang maximal, karena jika klien merasa puas, maka secara spontan klien akan merekomendasikan kepada teman, saudara, atau relasi kerjanya. “Prinsip saya adalah memberikan kualitas layanan yang paling bagus, kami selalu berikan servis bintang 5 kepada semua pelanggan, meski rugi sekalipun kami tetap akan merasa puas jika klien juga merasa puas,” katanya.

o-2Selain itu Warsono juga menerapkan pemasaran melalui website www.gardadecoration.com, dengan strategi mengedepankan layanan kualitas inilah nama Garda Decoration mulai banyak menghiasi berbagai macam acara pesta di gedung dan hotel ternama di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, klien yang pernah ditanganinya pun banyak yang datang dari kalangan selebriti seperti Demian, Badai kerispatih, Kristina, Rama Nidji dan Soraya Larasati. Selain dari kalangan artis, banyak juga klien Garda Decoration yang datang dari jajaran pejabat pemerintah seperti dilingkungan kementerian, pejabat tinggi TNI hingga anggota Dewan.

Tak pelak, usaha ini berkembang sangat pesat, bahkan Warsono sering kewalahan dalam memenuhi permintaan jasa dekorasi. Saat sepi saja, ia bisa menggaet antara 10-12 proyek dekorasi tiap bulan, apalagi jika memasuki bulan-bulan ramai hajatan, maka pendapatannya pun bisa meningkat sampai dua kali lipat. Untuk melayani kebutuhan para kliennya tersebut, Warsono dibantu 30 orang karyawan: 3 orang di bagian marketing, 2 orang bagian desain, 2 orang bagian administrasi dan sisanya di bagian operasional. Kesuksesan dalam menarik perhatian klien ini pun membuat ia mampu mengantongi omset hingga Rp 700 juta per bulan,

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here